Investasi Saham

Sharing is caring!

Hasil gambar untuk warren buffett quotes

Berpikir Ala Warren Buffett

Siapa yang tak kenal dengan sang ‘Oracle of Omaha’ Warren Buffet? pastinya para pelaku investasi familiar dengan pria kelahiran Omaha, Nebraska (negara bagian Amerika Serikat) ini, berkat pola berpikir dan strateginya yang simpel namun ‘powerful’ dalam berinvestasi di perusahaan-perusahaan dunia kelas wahid.

Tak ayal, “The Richest Person In Every State (2015)” versi majalah Forbes yang pamor investasinya naik daun ketika berinvestasi di ‘Gillete’ dan ‘Coca-Cola’ ini memiliki pengikut dari kalangan komunitas investor profesional di seluruh dunia.

Nah, efek popularitas Buffet membuat Robert G. Hagstrom (Senior Vice President dan Director of Legg Mason Focus Capital) menggarap buku ‘best-selling’ (versi The New York Times) yang mengulas kesuksesan Buffet di bursa investasi dunia, “The Warren Buffet Portfolio”. Dalam buku ini memuat substansi yang menarik mengenai apa yang sebenarnya menjadi ‘isi otak’ Buffet dalam berinvestasi.

Dalam artikel kali ini, akan dipaparkan beberapa poin penting dari buku best-seller versi The New York Times tersebut mengenai berpikir ala Buffet. Anda akan diantar memasuki ‘isi otak’ Buffet berkenaan dengan tatanan mindset dan strategi seorang investor agar dapat ‘survive’ dan terus mengembangkan investasi sahamnya.

1. Pikirkan Saham Sebagai Sebuah Bisnis

Banyak investor yang berpikiran bahwa saham dan pasar saham secara umum hanyalah sekedar lembaran-lembaran kertas yang ditransaksikan secara bertahap maju mundur. Ini bisa mencegah para investor tersebut terlampau emosional atas posisi saham mereka, namun tidak memacu mereka untuk sebisa mungkin membuat keputusan terbaik dalam berinvestasi.

Itulah mengapa Buffet menyodorkan pikirannya bahwa para pemegang saham seharusnya berpikir dan memposisikan diri mereka sebagai “pemilik” dari bisnis atau perusahaan yang ‘disuntik’ oleh saham mereka. Dengan berpikir demikian, para investor akan lebih memiliki persiapan matang dalam berinvestasi dan fokus investasi untuk jangka panjang. Cara berpikir ini juga memacu investor untuk selalu menganalisa berbagai situasi dengan sangat detil, kemudian melahirkan hasil analisa berupa keputusan yang matang dalam mengeksekusi beli dan jual saham. Begitu seterusnya, pemikiran dan analisis para investor akan berkembang dan mengantarkan return investasi mereka ke arah kemajuan.

2.Tingkatkan Kualitas Investasi Anda!

Para investor perlu fokus, selektif, dan sadar akan kualitas investasinya. Ibaratnya begini, “jika anda memiliki banyak telur, letakkan seluruh telur itu pada satu keranjang saja, jangan letakkan telur-telur tersebut pada sekian banyak keranjang pula”. Perumpamaan tersebut merupakan analogi jika Anda melakukan diversifikasi investasi (ke banyak perusahaan), hal itu justru menghambat return investasi Anda sebanyak nilai diversifikasi tersebut. Itulah mengapa resep sukses investasi Buffet di antaranya karena Buffet lebih menyukai melakukan investasi yang signifikan di segelintir perusahaan saja.

Buffet meyakini bahwa langkah pertama sebelum berinvestasi, Anda harus memastikan kondisi internal finansial Anda dan lain-lain yang terkait harus ‘sehat’ atau bebas dari segala masalah yang krusial. Setelah langkah itu beres, Anda harus merasa mantap dan yakin untuk mendedikasikan sejumlah aset Anda ke dalam investasi yang anda jalani.

Berupaya selektif akan kualitas perusahaan untuk tujuan berinvestasi tidak melulu dengan mempertimbangkan perusahaan yang terbaik, namun pertimbangkan ‘apa yang Anda rasakan’ terhadap perusahaan tersebut. Misalnya, apakah perusahaan tujuan investasi minim risiko finansial dan memiliki prospek jangka panjang?.

3. Antisipasi Perputaran Portofolio (Portfolio Turnover)

Derasnya arus transaksi saham berpotensi memberi banyak profit bagi seorang investor. Namun Buffet beranggapan lain, dan menyatakan bahwa investor macam ini justru menghambat return investasinya. Hal tersebut dikarenakan perputaran portfolio meningkatkan nilai pajak pada capital gain yang wajib dibayarkan oleh investor.

Buffet menyarankan agar ‘sense’ dalam berbisnis juga digunakan sebagai ‘sense’ dalam berinvestasi. Jadi, seorang investor yang memiliki hak milik atas sebagian kecil bisnis perusahaan, harus memiliki ‘mindset dan sikap yang sama’ sebagaimana dia seolah menjadi pemilik utama bisnis dari suatu perusahaan.

Dengan demikian, investor mampu berpikir jangka panjang akan nasib investasinya. Termasuk berupaya meminimalisir ongkos pajak ‘capital gain’ jangka pendek yang bertambah dari arus investasi si investor tersebut.

Para penanam saham juga selayaknya lebih tanggap akan fluktuasi harga dalam rentang waktu yang cepat pada bursa sekaligus tanggap dalam meraup profit dari bertambahnya pendapatan dan dividen yang diberikan sepanjang masa trading saham.

Hasil gambar untuk investment quotes

4. Kembangkan Parameter Alternatif

Selama berinvestasi, Bung Buffet tidak memfokuskan diri pada harga saham sebagai parameter atas keberhasilan ataupun kegagalan dari pilihan investasinya. Buffet fokus dalam meneliti dan menganalisa kondisi ekonomi dari perusahaan emiten yang kelak dipijaknya sebagai tujuan investasi.

Jika perusahaan tersebut mengalami pertumbuhan positif dan pada basis yang menguntungkan, maka harga saham pun mengikuti ke arah positif baik bagi emiten maupun investor. Jadi, Buffet menyarankan para investor untuk berpikir di luar mainstream trader yang berfokus hanya pada harga saham, melainkan kembangkan parameter alternatif lainnya seperti jeli dan mengarahkan fokus pada ‘suhu’ ekonomi perusahaan-perusahaan emiten yang ‘malang-melintang’ di bursa.

5.Belajar Berpikir Dalam Segala Situasi Dan Kemungkinan

Ada suatu permainan kartu yang dikenal dengan nama “Bridge”. Kemampuan berpikir dalam segala situasi dan kemungkinan dapat diasah melalui permainan Bridge ini.┬áMereka yang paling sukses memenangkan permainan Bridge ialah pemain yang mampu menentukan probabilitas atau kemungkinan matematis untuk memukul mundur lawan mereka. Permainan Bridge inilah yang menjadi hiburan sehari-hari si ‘Mr. Oracle’ dan secara tangkas diduplikatnya strategi menaklukkan permainan tersebut ke dalam dunia investasi.

Dari permainan Bridge, Buffet merefleksikan bahwa sekali lagi para investor berfokuslah pada kondisi ekonomi perusahaan yang kalian tanam investasi, kemudian antisipasikan segala kemungkinan yang bakal terjadi, sebagaimana pemain Bridge selalu siaga akan pergerakan lawannya. Fokuslah selalu pada aspek ekonomi perusahaan tersebut, bukan pada harga saham! kelak investor akan lebih akurat dalam menghadapi segala kemungkinan yang dapat terjadi (baik atau buruk) dalam sikon investasi.

Mampu berpikir di segala kemungkinan mempunyai keuntungan tersendiri. Misalnya, ada seorang investor yang sedang menganalisa ‘kemungkinan yang terjadi’ dari suatu perusahaan (tujuan berinvestasi) yang akan melaporkan tingkat pertumbuhan bisnisnya dalam satu periode lima atau sepuluh tahun terakhir.

Nah, karakter investor seperti ini yang cenderung akan lebih cepat tanggap dan solutif terhadap kemungkinan terjadinya fluktuasi jangka pendek dalam harga saham sebagai implikasi aktivitas laporan perusahaan tersebut. Si investor ini akan memperoleh return investasi yang berpotensi tinggi sekaligus juga tanggap dan tetap ‘survive’ ditengah kemungkinan terjadinya transaksi yang lebih sedikit (kurang menguntungkan) ditambah adanya biaya capital gain.

Warren Buffet

6. Pahami Aspek Psikologis Dalam Berinvestasi

Cara ini relatif sederhana! Sebagai seorang ‘penanam investasi’ (investor), tanamkan pula pada diri bahwa terdapat aspek psikologis (psychological mindset) yang harus dimiliki untuk menjadi investor sukses. Jadi, seperti ini, investor yang sukses akan fokus dan siap secara psikologis terhadap segala kemungkinan dan peristiwa ekonomi yang terjadi serta menindaklanjutinya dengan mengambil keputusan-keputusan yang berlandaskan pada pemikiran (pertimbangan) rasional, bukan berdasarkan oleh dorongan emosional.

Yang perlu digarisbawahi, yakni emosi dari diri seorang investor adalah musuh terburuk mereka sendiri. Lha, untuk mengatasi emosi berlebihan dalam berinvestasi tersebut menurut Buffet yaitu ‘tetaplah bertahan pada keyakinan dan tujuan dasar Anda dalam berbisnis investasi saham dan jangan terpaku terhadap kondisi pasar sahamnya’. Aspek psikologis demikianlah yang yang perlu diinternalisasikan dan diimplementasikan jika ingin menjadi investor sukses.

7. Hiraukan Ramalan Pasar

Tatkala bursa sedang dirundung anggapan-anggapan dan pandangan negatif, dan beberapa ada yang mengatakan bahwa resesi sudah di depan mata, namun pada kenyataannya beberapa waktu kemudian bursa ‘baik-baik’ saja seterusnya. Itulah mengapa ‘jangan hiraukan ramalan pasar’. Buffet menyarankan agar investor tetap berfokus pada investasi mereka yang tidak (belum tentu) dinilai benar oleh pasar.

Logikanya begini, ketika para pelaku pasar saham mulai ramai memperbincangkan termasuk memprediksi harga dan lain-lain yang terkait, berarti di sini pasar sadar akan ‘nilai intrinsik’ dari perusahaan, dibuktikan dengan situasi harga yang lebih tinggi dan naiknya permintaan. Dari sini-lah peluang investor dapat ‘dimainkan’ untuk meraup banyak uang.

8. Tunggu Saat Yang Tepat Untuk Eksekusi Saham

Pertimbangan dan tindakan untuk mengeksekusi (beli dan jual) saham butuh kepekaan khusus untuk menentukan ‘timing’ yang pas untuk mengeksekusinya. Jadi tidak sembarangan dan tidak asal eksekusi investasi kapan pun untuk meraih return yang tinggi.

Hal tersebut senada dengan ilustrasi Buffet yang menyarankan para investor ketika terjun dalam dunia investasi, mereka seolah memiliki sebuah ‘kartu keputusan seumur hidup’ yang di dalamnya hanya memberi 20 kesempatan eksekusi investasi. Logikanya, ilustrasi ini dimaksudkan untuk mencegah para investor dari ketidaktepatan mengambil keputusan dalam berinvestasi atau melakukan eksekusi yang tidak maksimal (‘biasa-biasa saja’).

Nah, demikian kita telah menelusuri ‘isi otak’ Bung Warren Buffet terkait dengan apa yang selama ini dipikirkan dan dipraktekkannya dalam menaklukkan dunia investasi dalam skala global. “Berpikir ala Warren Buffet” yang telah diulas pada artikel ini dapat menjadi wawasan atau bahan evaluasi bagi Anda para investor yang mungkin selama ini masih menggunakan platform berpikir dan bertindak yang kurang tepat dan maksimal sehingga return investasi pun juga belum beranjak pada basis ‘profitable’.

Demikian, belajar berpikir ala Warren Buffet, tidak menutup kemungkinan bagi siapapun, investor manapun memiliki potensi dan peluang yang sama untuk sukses bertrading saham hingga sekaliber “Oracle of Omaha” tersebut. Selamat berinvestasi!

Hasil gambar untuk investasi saham

Sumber : seputarforex.com, investopedia.com, Buku Cash Flow Quadrant

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *