Model Bisnis

Sharing is caring!

bisnis-to-bisnis

1 Business-To- Business (B2B)

Business-to-business (B2B) menggambarkan transaksi perdagangan antara perusahaan, seperti antara produsen dan grosir, atau antara grosir dan pengecer.
Volume transaksi B2B jauh lebih tinggi dibandingkan volume transaksi B2C. Alasan utama untuk ini adalah bahwa dalam rantai pasokan yang khas akan ada banyak transaksi yang melibatkan B2B subkomponen atau bahan baku, dan hanya satu transaksi B2C, khususnya penjualan produk jadi ke konsumen akhir. Sebagai contoh, sebuah produsen mobil membuat beberapa transaksi B2B seperti membeli ban, kaca untuk kaca jendela, dan selang karet untuk kendaraan. Transaksi terakhir, kendaraan yang sudah selesai dijual ke konsumen, adalah satu (B2C) transaksi.

2. Business-To-Consumer (B2C)

Business-to-Customer merupakan kegiatan yang menggambarkan bisnis melayani antara konsumen akhir dengan produk / jasa. Contoh: Transaksi B2C seseorang akan membeli sepasang sepatu dari pengecer. Transaksi yang mengarah ke sepatu yang tersedia untuk pembelian, yaitu pembelian kulit, tali, karet, dll.

3. Consumer-To-Consumer (C2C)

Merupakan kegiatan yang melibatkan perdagangan elektronik di fasilitasi elektronik transaksi antara konsumen melalui beberapa pihak ketiga. Sebuah contoh umum adalah lelang online, di mana konsumen posting item Dijual konsumen lain menawar untuk membeli. Situs hanya perantara, hanya ada untuk mencocokkan konsumen. Mereka tidak perlu memeriksa kualitas dari produk yang ditawarkan.

4. Business-To-Employee (B2E)

Merupakan electronic commerce yang menggunakan jaringan intrabusiness yang memungkinkan perusahaan untuk menyediakan produk / jasa kepada karyawan mereka. Biasanya, perusahaan menggunakan jaringan untuk mengotomatisasi B2E karyawan perusahaan yang terkait dengan proses.

Sumber : Investopedia, Technopedia,